Ketika pertama kali bergabung di PUPA Center, Castalia Raissa Amadin (Raissa) memulai perjalanannya di Kelas Transisi. Sejak awal, bakat seninya yang luar biasa sudah terlihat jelas, terutama dalam seni tembikar (pottery). Sejak masa remaja, Raissa telah menekuni dan melatih keterampilan tembikarnya, mengubah kreativitasnya menjadi karya-karya buatan tangan yang indah. Seiring waktu, ia dengan bangga memamerkan dan menjual karyanya di berbagai bazar komunitas, berbagi kecintaannya kepada orang lain.
Tembikar hanyalah salah satu dari sekian banyak cara Raissa mengekspresikan diri. Ia juga gemar menggambar, menulis, bernyanyi, dan baking, mengisi hari-harinya dengan kreativitas dan kegiatan yang bermakna. Rasa ingin tahu dan kecintaannya pada belajar selalu menjadi salah satu kekuatan terbesarnya.
Raissa dikenal dengan kepribadiannya yang hangat dan ketertarikannya yang tulus untuk mengenal orang baru. Setiap kali memperkenalkan diri, ia sering mengajukan pertanyaan penuh perhatian seperti, “Apa kabar?” atau “Apa hewan peliharaan favoritmu?” Kecintaannya pada hewan, terutama kucing dan anjing, adalah bagian besar dari dirinya, dan ia dengan senang hati merawat keduanya di rumah.
Seperti banyak individu dengan perjalanan uniknya masing-masing, Raissa juga menghadapi tantangan. Saat pertama kali bergabung di PUPA Center, menyesuaikan diri dengan beragam kepribadian dan cara berpikir bukanlah hal yang mudah baginya. Raissa secara alami menghargai struktur, rutinitas, dan aturan. Ia menjalankan jadwal yang dibuat baik di rumah maupun di PUPA Center dengan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi. Karena itu, perubahan rencana atau situasi yang tak terduga bisa terasa sangat berat dan menantang secara emosional.
Sepanjang waktunya di PUPA Center, Raissa perlahan belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan persis seperti yang direncanakan. Melalui pendampingan yang konsisten, dorongan semangat, dan banyak langkah kecil ke depan, ia mengembangkan fleksibilitas yang lebih besar dalam menerima perubahan jadwal, rutinitas, dan situasi yang tak terduga. Pertumbuhan ini juga membantunya lebih memahami dan beradaptasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Perjalanan ini tidak selalu mudah. Ada saat-saat ketika rasa frustrasi dan sedih membuatnya menangis. Namun, melalui kesabaran, ketekunan, dan latihan yang terus-menerus, Raissa belajar cara yang lebih sehat untuk mengelola emosinya dan menghadapi tantangan dengan pola pikir yang lebih fleksibel. Setiap pencapaian kecil menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan pribadinya.
Kini, tembikar tetap menjadi bagian penting dalam hidup Raissa. Selama dua tahun terakhir, ia juga membagikan perjalanan kreatifnya melalui kanal YouTube miliknya sendiri, tempat ia mendokumentasikan pengalaman sehari-hari dan proses berkaryanya dalam tembikar. Melalui video-video tersebut, ia terus menginspirasi orang lain sekaligus mengekspresikan kreativitasnya dengan percaya diri.
Baru-baru ini, Raissa menemukan minat baru—berkebun. Ketertarikannya bermula saat magang di bagian produksi sebuah pembibitan tanaman, tempat ia menjadi terpikat pada proses merawat tanaman dari bibit kecil hingga menjadi pohon yang sehat dan tumbuh subur. Menyaksikan sesuatu yang ia tanam terus bertumbuh memberinya kebahagiaan yang besar dan rasa pencapaian yang mendalam. Rasa ingin tahunya yang alami mendorongnya untuk terus belajar tentang tanaman dan perkembangannya.
Perjalanan Raissa mengingatkan kita bahwa pertumbuhan tidak diukur dari seberapa cepat kita berubah, melainkan dari kemauan untuk terus melangkah maju. Dengan rasa tanggung jawabnya yang kuat, dedikasinya pada rutinitas, dan kepercayaan dirinya yang terus tumbuh dalam menyambut pengalaman baru, Raissa terus membangun masa depan yang bermakna dan memuaskan—satu langkah kecil dalam satu waktu.
